Go Public

Internet goes public, kalau mau browsing, chatting, downloading, sekarang ga perlu ke warnet lagi, cukup main ke tempat yang punya fasilitas public Wi-Fi dan semua itu bisa dilakukan..Maka, gue ga heran lagi saat di mall atau cafe, notebook betebaran dimana-mana.

“Eh, ke Starbucks bentar yuk..gue mau ngecek e-mail gue dulu, kali aja ada e-mail cowok gue”

Saat gue mendengar percakapan itu, gue jadi berpikir, apakah segitu pentingnya ngecek e-mail di area public Wi-Fi?..come on, it’s PUBLIC..bukankah selalu ada kemungkinan terjadi hacking..belum lagi kemungkinan penyebaran virus, afterall, sesuatu yang sifatnya massal bukankah rentan akan berbagai kemungkinan pengrusakan suatu sistem?in this case, sistem di notebook kita..maka saat terjadi hal ini

“Loohh, ini apaan ya?..tadi barusan masuk ke inbox gue, gue klik, laptop gue malah error gini sih?”

Yeah, di salah satu kampus swasta di Jakarta terkenal sering bermain virus lewat public Wi-Fi yang betul-betul dimanfaatkan oleh semua elemen kampus tersebut..hanya saja sometimes, kita kurang notice, akan kemudahan fasilitas publik ini, ada cela-nya juga..saat sudah tahu sedang menggunakan fasilitas public wi-Fi tapi masih juga iseng mengklik segala sesuatu yang diterima langsung dari koneksi Wi-Fi saat itu juga, maka i would say the problem exists between the keyboard and the chair..hihihihihi.

A thing about this whole public thing is don’t go public if it’s not necessary

Himbauan ini juga disampaikan kepada pasangan sesama jenis, when it’s not necessary, do not have a PDA (public-display affection)..because you will never know, who’s gonna track you guys down..maraknya kasus pembunuhan yang menimpa kaum homosexual tentu saja jadi peringatan tersendiri bahwa homoseksualitas masih tabu buat kebanyakan orang ga peduli seberapa majunya zaman, ini nggak akan berubah..maka saat beberapa bulan lalu marak kasus pembunuhan oleh seorang gay bernama Rian yang rupanya didasarkan atas cinta segitiga, lalu terkuak pula kisah si Rian pacar si anu, si anu pernah sama si inu, si inu pernah sama si ina, si ina pernah sama si X, dan seterusnya, gue jadi mikir, everyone goes public!!..jadi selain berbelasungkawa atas para korban, gue juga berpikir bahwa inilah nggak penting-nya go public, satu lagi sistem yang terusak, sistem kehidupan seseorang yang berpengaruh ke sistem-sistem kehidupan lain yang terkait dengan si korban atau si pelaku.

In this case, i assumed, the problem exists between the belly and the tighs, it’s penis..well, penis should have never goes public.

Explore posts in the same categories: provocative

Tags:

You can comment below, or link to this permanent URL from your own site.

Comment: